Selasa, 03 Mei 2011

Bertarung Setengah Jam, Hasan Selamat dari Cengkraman Harimau

Mon, Mar 21st 2011, 08:15

Hasan Basri (53) penduduk Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam memperlihatkan luka gores di tangannya pasca bertarung dengan seekor harimau, Sabtu (19/3) di dekat sebuah makam keramat, Desa Geruguh, Kecamatan Runding. PROHABA/KHALIDIN

SUBULUSSALAM - Layaknya film actioan, Hasan Basri mampu menaklukkan kekejaman harimau. Pria yang berusia 53 tahun itu sempat bertarung setengah jam dengan si belang. Alhasil, warga Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam itu berhasil menyematkan diri dari terkaman Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumaterae).

Peristiwa yang cukup menggemparkan itu terjadi pada Sabtu (19/3) lalu, sekira pukul 10.30 WIB, di dekat sebuah makam keramat Geruruh lama, Kecamatan Runding.

Sejak Jumat malam, pria yang sudah enam tahun menekuni profesi sebagai nelayan tradisional pencari belut itu memang mempunyai firasat buruk. Akibatnya, dia pun tak bisa tidur. Namun, pagi harinya, meski dalam kegalauan hati, Hasan terpaksa pergi ke hutan di mana bubu-nya (pengakap belut-red) dipasang demi kebutuhan sehari-hari.

Lokasi mencari belut berjarak sekitar dua jam perjalanan dengan perahu motor dari Jabi-Jabi. Sedangkan dari tepi sungai mencapai dua kilometer. Sebagaimana lazimnya, setiap berangkat kerja, Hasan pergi bersama istrinya, Sendek (49), untuk mengurus padi di sawah mereka.

Setiba di Geruguh, Hasan meninggalkan istrinya di sawah. Kemudian, dia melanjutkan perjanan tempat dia mengambil belut. Sekitar 200 meter sebelum tiba di lokasi, tiba-tiba muncul seekor harimau berukuran 2,5 meter dari arah sebelah kanannya. Spontan, harimau tersebut menyerang Hasan. Meski terkejut, Hasan berhasil mengelak dari cakaran hewan ganas itu.

Pertarungan sengit pun terjadi antara harimau dengan Hasan seorang diri. Cakaran demi cakaran, saling tampar, dan saling serang dilakoni Hasan. Dia sempat bergumul selama 30 menit dengan binatang dilindungi tersebut. Beberapa kali Hasan terjerembab ke tanah dan sempat diinjak-injak sang raja hutan.

Hasan tak lantas menyerah. Dia terus berusaha melawan sekuat tenaga membacok dengan golok. Namun, sang harimau menangkisnya. “Saya dicakar tapi meleset. Saya bacok meleset juga. Saya terjatuh diinjak, tapi bangun lagi kemudian saya bacok kaki depannya,” terang Hasan.

Bacokan kedua Hasan mengenai kaki depan sang harimau itu hingga tersungkur. Dengan keahlian ilmu bela diri--dalam bahasa setempat disebut Tari Biyahat (tari harimau-red)--yang ia miliki, Hasan melumpuhkan harimau tersebut. Tak hanya itu, ia juga mengerahkan ilmu pengunci mulut atau taring serta cakar harimau.

Meski mempu menaklukkan si belang, baju dan celana Hasan compang-camping akibat cakaran sang raja hutan itu. Walau tidak parah, luka gores tampak di lengan, kaki, dada, dan pundak Hasan.

Pasca-pertarungan tersebut, Hasan kelelahan. Namun dia berusaha pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan cara mundur selangkah demi selangkah. “Jika pergi membelakangi, saya khawatir harimau tersebut kembali bangkit dan menyerang saya,” ujarnya kepada Prohaba, kemarin.

Usai itu, Hasan menjemput istrinya, lalu pulang ke rumah. Menurut istrinya, saat berada di perahu, Hasan masih setengah sadar. Dia sering memainkan tangannya, seolah-olah sedang bertarung. Bahkan, saat telah sampai di rumah, Hasan sempat beberapa kali seperti akan menyerang. Tidak berselang lama, dia terkulai lemah.

Para kerabat dan tetangga berdatangan memberikan pertolongan dengan mengicik obat tradisional, untuk mengembalikan semangat orang yang baru mengalami peristiwa mengerikan. Dia dipeusijuk dan disuntik, agar luka cakar tidak inpeksi. Ratusan warga lain terus bedatangan sekadar memberikan ucapan selamat atas tragedi yang nyaris merenggut nyawa itu.

Hasan mengaku, harimau yang bertarung dengannya bukan Mbakhak--istilah warga setempat harimau peliharaan orang-orang sakti atau ulama--melainkan harimau liar. Sebab, menurut dia, Mbakhak tidak mau menyerang manusia.

“Saya tidak berani lagi ke lokasi itu. Apalagi, saya tidak dapat memastikan apakah harimau tersebut benar-benar mati. Kalau tidak, maka dia akan semakin ganas karena gagal menerkam saya,” kata Hasan.(kh)

Sumber : Serambinews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar